Sudah kuatkah visi misi kita?

sumber gambar dari link ini
11 tahun sudah kita jalani bersama. Ada masa-masa sedih, gembira, keharuan datang bergantian menemui jalan kita. Alhamdulillah kita bisa menjalani bersama dan Insya allah makin kokoh hingga saat ini.
Tepat di 11 tahun pula kita mendapat petuah yang sangat berharga, yang mengingatkan kita berdua dalam menjalani kapal kehidupan ini. Ya, hari ini kita datang dalam acara seminar parenting disekolah anak-anak, dengan judul "Kiat orang tua (ayah) menanamkan karakter pada anak". Seminar ini disampaikan oleh pak Irwan Rinaldi, salah seorang yang concern pada Islamic parenting.

Walaupun pembahasannya lebih banyak ditekankan pada peran seorang ayah, tetapi banyak juga membahas tentang peran kedua orang tua. Sehingga kita bisa saling mengingatkan. Saya tidak akan membahas tentang semua isi seminar tersebut di tulisan ini, tetapi ada beberapa yang saya ambil sebagai pengingat kita berdua, terutama momennya bertepatan saat ulang tahun pernikahan kita.

Pak Irwan mengatakan, pada usia pernikahan 0-5 tahun adalah saatnya untuk pasangan menyusun visi dan misi keluarga tersebut. Tidak hanya menyusun, tetapi menyamakan persepsi keduanya. sehingga kedepannya tidak ada yang tidak sejalan. Sebelum kita mulai dengan pembentukan karakter anak, visi dan misi ini harus sudah benar-benar kuat dulu. sehingga kita akan mudah dalam membentuk karakter anak. Ini adalah PR untuk kita berdua. Sudah kuatkah visi misi pernikahan kita?


Untuk anak-anak dibawah 12 tahun itu, tidak berlaku aturan win-win solution. Tetapi memang orang tua yang harus menang. Karena mereka belum mengerti kedepan rintangannnya seperti apa? bukan berarti di sini orang tua bersikap otoriter. Mungkin cara komunikasinya saja yang perlu diperhatikan.

Kemudian beliau juga mengatakan, saat awal-awal pernikahan adalah saatnya pasangan membuka diri. Dengan memberitahukan kepada pasangan masing seperti apa background keluarga kita dulu, seperti apa kita dahulu di didik dan bagaimana hal-hal tersebut akan berpengaruh dalam pola pendidikan dan pengasuhan anak kita nanti. Dengan seperti itu, kita akan mengetahui seperti apa kekurangan masing-masing. Maka diperlukan kerjasama dengan pasangan. Masing-masing akan saling melengkapi kekurangan pasangannya. Kalau menurut istilah pak Irwan saling membayar hutang. Sang istri membayarkan hutang suami, sang suami membayar hutang istri. Contohnya ketika tahu kekurangan pasangan adalah cepat emosi, maka ketika pasangan nampak akan marah, maka  pasangan yang lain mengingatkan dengan cara memberi kode supaya bisa menahan emosi.

Bagaimana kalau kita terlambat? Kita harus membayar hutang kepada anak. Caranya tidak dengan verbal lagi. Karena diusia lebih besar, mereka malah tidak suka semakin banyak verbal. Cukup kita gali sedikit, biarkan ia yang bicara. Bagaimana kalau anaknya pendiam dan tertutup? Kita sebagai orang tuanya yang harus kreatif cara berkomunikasi pada anak untuk menggalinya. Memang ini yang agak sulit.

Untuk investasi terbesar di rumah tangga menurut pak irwan adalah pada masa 0 - usia 3 SD. Terkadang malah kita agak hitunga-hitungan ketika akan memasukan sekolah anak yang baik. Padahal pada usia itu adalah merupakan penguatan karakter mereka. Kalau dewasa nanti kita tinggal menuai benih yang sudah kita tanam jauh hari.


Comments

  1. happy anniversary. Semoga langgeng selalu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... terima kasih mak myra sudah mampir :-)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kursus Singkat di Baking Daily

Foto Keluarga

Makanan Halal di Phuket dan Bangkok